11.02.2006,17:43
A Crazy Little Thing Called Tugas
Yeap, kembali lagi bersama Si Iyo. Dengan waktu yang cukup sempit dan mendesak, Si Iyo menulis unek-unek hati ini. Hahahaha!

Emang kamu dikejar apaan sih? Kuntilanak? Kok waktunya mendesak gitu?

Oh enggak kok. Cuma dikejar lembaran kertas dan makian guru aja. Ya, tepat sekali. Seperti judul dari posting ini, dialah dia, kami persembahkan : TUGAAAASSS!
Memang sebenernya bukan sesuatu yang menghebohkan kok. Yaa, cuma tumpukan makalah yang harus diketik (beberapa tinggal kupipes isi buku doang sih) dan ditambah sejenis ilustrasi atau foto. Seperti itulah. Tapi entah mengapa atmosfir lebaran begitu kuat dan membuat aku MALES banget untuk mengetik mereka semua. Uoooh! Malasnya aku!

Saat Si Iyo mengetik ini, tugas yang belum ia kerjakan diantara lain :

- Makalah Sains tentang Kimia, 10 halaman, hasil pengamatan plus diskusi dan foto.
Status : Selesai 10%
Batas Waktu : Hari Ini. Mundur satu hari nggak apa apa deh.

- Makalah Agama, 3 buah makalah masing-masing 15 halaman, tinggal copy paste dari buku.
Status : Selesai 50%, Teks diketik oleh rental komputer, tinggal ditulisi Arab.
Batas Waktu : BESOK!

- Makalah TIK, 1 Makalah, 5 bab, 50 lembar
Status : Selesai 20%, hasil kopipaste dari ilmukomputer
Batas Waktu : 27 Okt 2006 via e-mail. Rabu depan via Flashdisk.

- Gambar dan Makalah tentang Batik
Status : 100%, Alhamdulillah

Dikit kan? Tapi ngerjain segitu aja malesnya luar biasa. Pengennya browsing terus sampai Mami meneror kita dengan pemutusan Speedy. Jangaaaaaan! Belum Lagi December 11th kita semua ulangan umum. Gimana kalau nilai jelek? Gimana kalau nggak bisa? Aah, stres!

Sudah, mau ganti topik aja deh. Cukup segitu aja curhatnya. Nanti pembaca kabur kalau yang punya blog berkeluh kesah terus.

****

Nah, ada satu topik yang mau aku angkat. Berawal dari sebuah pembicaraan di depan toko kue cheesecake, cizz. Kita semua ngomongin hidup, maksudnya, aku, wzzn, dan Papi. Mami lagi ngambil kue pesenan. Saat lagi ngobrol santai, muncul sebuah ultimate question yang dibuat oleh aku.

"Apa sih hal termudah yang manusia bisa dan sering lakukan, tanpa disadarinya?"

Muncul berbagai jawaban. Kelihatannya sepele. Tapi, setiap ada jawaban muncul pula bantahannya. Mau denger sedikit transkripnya? Ini dia.

I: "Makan!"
P&W: "Kalau miskin? Kalau sakit perut? Kalau mulutnya lagi luka? Kalau lagi sariawan?"
W: "Oke. *sori* Berak!"
I: "Nggak pernah denger orang yang nggak punya anus? Yang beraknya harus dipakein kantong dari perut dan pake selang?"
I: "Nah ini pasti, TIDUR!"
P: "Untuk apa diciptain obat tidur kalau semua orang gampang buat tidur? Tau Insomnia kan?"
W: "Bergerak!"
I: "Orang lumpuh abis kecelakaan?"
W: "Melihat!"
I: "Buta?"
W: "Membalikkan Telapak Tangan~! *seperti peribahasa sahaja*"
I: "Amputasi?"
I: "Nah, ini paling bener. BERNAFAS!"
P: "Tau gitu kamu nggak usah masuk rumah sakit dong karena Asthma."
W, I, & P: "......"

(teks sedikit diubah dan ditambah untuk memperjelas cerita -red.)
W : Wzznu, I: Iyo, P: Papi


Kita semua jadi diem. Ternyata memang SULIT mencari hal yang termudah di dunia. Ini ada hubungannya sama gaya hidup pemalas yang tadi lagi kita bahas. Ternyata bermalas-malasan saja tidak mudah. Coba pikirkan, definisi malas bagi aku.

3B : Baca, Blogging, Browsing


Bagi kita, mudah kan? Tapi coba kita bayangkan kalau kita bukan kita lagi *ribeeet!*, misalnya nih, kita jadi orang yang buta huruf *jangan sampee!*. Susah kan melakukan tiga kegiatan tadi? Bagi chef, memasak itu mudah. Tapi bagi para pemula, masak air aja susah kan? Bagi gardener, nyiram taneman itu gampaaaaang banget. Tapi bagi orang yang takut air, masa harus pake spacesuit dulu? Jadi sebenernya nggak ada hal yang bener-bener gampang untuk dilakukan oleh semua orang. Jadi ternyata, moral of the storynya adalah :

BACA SIMPLY IYO DOT BLOGSPOT DOT COM, DIJAMIN SERU!

Eh, sori, sori, sori banget. Yang itu salah, sedang yang bener adalah :

JANGAN MEREMAHKAN SUATU PEKERJAAN.

Yup. Jangan anggap tidur itu gampang. Jangan anggap makan itu gampang. Setelah kita sadar, hidup kita akan lebih kaya dan bermakna. Kita nggak jadi cepat menggampangkan. Kita jadi sadar bahwa kerjaan pembantu kita itu susah, karena saat kita kerjakan sendiri... dijamin keringetan banget! (based on true story pas tadi piket). Kita nggak akan lagi makan seperti biasa kita makan, tapi kita jadi sadar akan pengorbanan petani yang rela panas-panasan berhari-hari untuk menghasilkan sesuatu yang nantinya akan berakhir dengan bunyi "SSSH... GRROOOOOK" *flushed away! bye!*. Kita jadi sadar bahwa mencintai itu tidak gampang, saat kita tahu orang yang kita cintai mencintai orang lain selain kita. *bizzare love triangle*

TERUS APA HUBUNGANNYA SAMA MALES DAN TUGAS?

Hmm.... NGGAK ADA! Hahahahahahahahahahahaha! Oke, sekian saja renungannya hari ini. Semoga enak dibaca dan bermanfaat. Back to my tugas now, bye then!

HUUUU! ULANG! ULANG! JAWABAN KURANG MEMUASKAN! ULANG! ULANG!

Wow, ENCORE! Baiklah, Si Iyo akan memberikan jawabannya. Maap yak kalau rada nggak nyambung. Jadi, hubungan antara hal termudah di dunia dengan tugas adalah.....


Ilustrasi diperankan oleh Model


Kisah A :
GURU AGAMA : "Kalau saya ngasih tugas.... yang banyak aja. Toh gampang ini, tinggal merangkum dari buku dan menulis huruf arab."

Kenyataannya.....

Pada hari sang Siswa akan mengerjakan tugas Agama, ia baru menyadari bahwa ternyata yang harus ia ketik dan rangkum sebanyak 50 halaman. Lalu sang Siswa merangkum sambil mengetik selama terus menerus dan tiba-tiba.... Blam! Tiang listrik di depan meledak dan komputernya mati sedangkan ia belum sempat save *save post ini dulu yaaa* *oke, back*. Lalu, ia mengulanginya lagi. Kali ini ia menegsave setiap ia menambah satu kata. Akhirnya ia pegal dan komputernya error. Ia ketiduran dan lupa mengerjakan tugasnya.
Besoknya, ia mengetik dengan perlahan tapi pasti. Ia sukses. Ia berusaha mengeprint tapi ia sadar ia tak punya printer. Segera ia berlari ke tukang rental terdekat sambil membawa flashdisknya. Sesampainya di rental, pegawainya mengatakan bahwa di sana tidak menerima USB karena semua komputernya masih sangat kuno. Lalu ia berlari lagi ke tempat rental terdekat yang menyediakan fasilitas USB. Akhirnya ia berhasil mengeprint dokumen itu. Lalu ia lelah berlari dan memutuskan untuk makan bakso dahulu. Karena ceroboh ia menumpahkan kuah baksonya pada kertas makalah yang tak berdaya tersebut hingga semuanya luntur dan lecek. Terpaksa ia kembali ke langkah sebelumnya. Kali ini dia berhasil sampai ke rumah dengan keadaan makalah yang utuh.
Saat ia akan menulisinya dengan huruf Arab, ia baru sadar bahwa a tidak punya pensil. Lalu ia pergi ke warung untuk membeli pensil. Di warung, ia tidak menemukan pensil dan malah ditawari es bon-bon rasa jambu yang dibencinya. Lalu ia berlari ke toko buku terdekat untuk membeli pensil. Saat ia sampai rumah, ia sadar ia juga kehabisan serutan sedangkan pensilnya belum diserut. Ia harus mengulangi langkah sebelumnya. Begitulah hingga akhirnya ia frustasi dan ia malas untuk menulis tulisan arabnya.

Di sekolah....
"FULAAAAAAN! *nama samaran* MANA TUGAS AGAMA KAMU!"
"M...m..m..maaf pak. Belum selesai."
"BELUM SELESAI? KAMU INI GIMANA SIH! KAN TUGAS ITU GAMPANG!"
Dalam hati ia berfikir.....
"GAMPANG? KATA SIAPA PAKK?!?!"

*end*

Jadi moral dari cerita tadi adalah.....

BAPAK DAN IBU GURU, KALAU NGASIH TUGAS YA JANGAN KURANG AJAR DWOOOONG!

 
ditulis oleh Si Iyo > <


12 Komentar:


  • At 3.11.06, Blogger Lanthz

    Kerjain aja, namanya juga anak skolahan.... :p kl rada2 kurang kerjaan, ya emang kerjaannya guru. kl dia banyak kerjaan, mending tuh guru jadi orang kantoran .. :D

     
  • At 3.11.06, Anonymous andriansah

    Belajar yang bener yah nak, jangan sering 3B

     
  • At 4.11.06, Anonymous Anonymous

    Sekitar 20 an tahun lalu, jadi anak SMP kayaknya nggak seberat itu tugasnya. Jaman sekarang kok jadi begini yah? I don't even have a computer in SMP.

    Kalo dipikir-pikir gua sekarang(29 years old) = Iyo (12 tahun) in term of knowledge. Keep writing Iyo - you've inspired me in many ways.

     
  • At 4.11.06, Blogger BieLa

    stujuuuu!!!!!

    guru2 ga berkpritugasan!!

    *sigh*

     
  • At 4.11.06, Blogger Gembel Nyela

    whatever you say!!

    emang muke lo berciri khas banget!!
    muka kaya' babi gimana gak berciri khas??
    *hahahahahahaha*

     
  • At 5.11.06, Anonymous giffari

    itu diri loe sendiri bukan?

    btw si anti-KP muncul lageeee!!

    :D

     
  • At 6.11.06, Blogger ikeow

    hohoho...lucu tulisannya..
    untung aku dah lulus...bebas tugaaaas!!!!eh ga juga siiiih...ini kerjaan banyak curi-curi dikit ngintip blog orang2 hehehe...

    salam kenal yak!aku juga alumni smp 5 bandung loh..jangan ditanya deh angkatan berapa...yang jelas jauh banget dari kamu...bu sundari guru bahasa indonesia masih ada ga?bu dewi guru matematik?pak kantari?bu vero guru fisika?mmm siapa lagi ya??

     
  • At 6.11.06, Blogger priyatnadp

    Di smp yang sama 10 tahun yang lalu lima orang anak menulis makalah agama, dengan software jaman dulu chi writer yang katanya lebih menarik dari ws yang tulisannya sama. 5 makalah tadi ditulis sama persis hanya pembuka dan penutup yang berbeda, tentunya dengan 5 jenis font yang berbeda.
    sang guru pun tidak bisa membedakan mana daun kering, mana ulat pohon. Tugas itu indah kalo diapresiasi, diberi masukan. fakta 10 tahun lalu hanya ditumpuk, sekarang masih ngga ya?

     
  • At 6.11.06, Blogger t i a r a

    oh-so-true! setuju setujuuu. kadang2 guru ngasi tugas yang KELIATANNYA gampang, padahal kita ngerjainnya semalam suntuk smpe baru tidur jam 3, dan cuma berakhir dengan....ditandatangani.
    grmbl grmbl.
    ato, nilai kita sama dgn temen yang ngerjainnya biasa aja
    ugh!

     
  • At 12.12.06, Anonymous Anonymous

    SETUJUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!!!
    Emang yg namany guru itu suka gak kira2!Apalagi si guru agama yg bernama Pak ***** (sensor utk menghindari hal2 yg tdk diinginkan!)

    The Etemzz

     
  • At 23.2.07, Anonymous Anonymous

    Kadang guru tu sukanya ngasih tugas. Pasti guru tu juga bodoh makanya ngasih tugas. Coba kalo guru itu pintar pasti g' bakalan deh kasih tugas. Dasar ORANG TUA g' maju-maju

     
  • At 23.2.07, Anonymous uut

    Kadang guru tu sukanya ngasih tugas. Pasti guru tu juga bodoh makanya ngasih tugas. Coba kalo guru itu pintar pasti g' bakalan deh kasih tugas. Dasar ORANG TUA g' maju-maju